Fahri Bakhar

November 22, 2013

"Bali asik banget kalo hujan, kayak bogor. tadi gw nyasar dong mau ke central parkir dari kuta" Isi sms saya pada fahri di hari kedua saat saya berada di bali. 

F : "Ini kayaknya bali sedih gegara lo dateng deh :))" 
A : "Jimbaran hujan deres banget"
F : "Udah kemana aja? Ini seriusan, bali tumben hujan lho"
A : "Tumbennya itu emang jarang banget?"
F : "Jarang yuk. tergantung tingkat keresahan jomblo"

Bali, Pertengahan bulan november 2013.
Jimbaran. Tak biasanya seteduh ini. 

Dua hari berselang, saya menghubungi fahri kembali.
"Gw udah di commday horreee :D"

Bali Community Day, Kertalangu, Denpasar.

Matahari sedang semangat siang itu menyapa bali. Menyimpan tas di belakang panggung, melihat sekeliling, saya berdiri di depan kain putih berisi tanda tangan pengunjung bali community day saat itu. Fahri menghampiri dan menyapa saya

Saya tak mengenalnya sebelumnya. Sosok ikal dan bertubuh besar ini seharusnya pernah saya ingat ketika sama-sama hadir di acara studentxceo summit tahun 2012 di ITB. Saya yang mewakili komunitas saya untuk presentasi kala itu tidak sepenuhnya mengikuti rangkaian acara dan memilih mencari tempat makan di luar ITB usai presentasi.

Karena sebuah pertemuan dengan mentari nurinda saat melakukan perjalanan tanah timur jawa-bali itulah kemudian melalui dunia maya saya diingatkan kembali pada sosoknya yang pernah saya kenal namanya tapi tidak dengan orangnya. 

Saya lantas menghubungi mentari nurinda bertanya soal fahri dan niatan saya yang hendak ke bali. Fahri lahir dan tinggal di bali, di tahun 2013 ini ia adalah kepala sekolah Akademi Berbagi chapter Bali. 



Ketika saya hendak pamit dan akan menuju gianyar, kami sempat mengobrol di sisi kiri panggung.. "Lo ternyata kecil yah?" ia lantas membandingkan tinggi dan postur badannya yang lebih besar dibandingkan saya.

Meski ia tak bisa menemani saya selama di bali. Saya berterima kasih banyak karena ia rela meluangkan waktunya di hari kerja menunggu saya, duduk manis sejam di bandara hanya untuk memberi buah tangan yang banyak ini :))


Kertalangu, 2013
Read More

Gianyar - Bali

November 20, 2013

Saya tiba di Gianyar, setelah berada seharian di desa budaya kertalangu. Diterima dengan baik oleh salah seorang pemahat asli Bali. Saya memanggilnya wi dan lupa namanya ._. Wi (Kakak/abang dalam bahasa bali).

Menginap dua malam di rumahnya. Seperti tak habis-habisnya saya disuguhi makanan khas Bali. Sate lilit, lawar sapi, dan beberapa makanan ringan/ jajanan khas bali. Terima kasih banyak dan semoga sehat selalu!

Sate lilit
Lawar sapi


Wi ada di sisi kiri rumah sedang memahat patung
Sanggah




Gianyar, 2013
Read More

Rahmat dan langit

November 7, 2013

"Kak, saya ajak lihat danau disana mau?" Rahmat, anak berumur 8 tahun, ayah ibunya berasal dari papua, rahmat mengajak saya, aco dan teman saya menuju rumahnya di sisi sawah, dua adik perempuannya yang manis memandangi saya penuh senyum.

"Dimana? jauhkah?" 
Kami yang sedang duduk di sebuah tugu syekh yang entah siapa namanya namun tak terurus kemudian melangkahkan kaki menuju danau yang ingin diperlihatkan rahmat.

"Disana ada apa rahmat?"
Rahmat tetap melaju kencang bersama sepeda yang ia pinjam dari pemilik warung di pinggir jalan poros mangarabombang - takalar. Saya, aco dan satu teman saya mengikutinya dari belakang.

"Kenapa harus pulang? Jangan pulang" Aco yang berjalan disisi saya tiba-tiba merengek dan menarik cardigan yang saya kenakan. Memohon agar ia tetap ditemani bermain setiap hari.

"Pekerjaan saya disini kan sudah selesai, aco yang main ke rumah saya nanti. Aco mau naik pesawat kan?" *tentang aco dan langit bisa dibaca disini.

"Itu danaunya" Rahmat memanggil kami sambil berteriak. Sebentar lagi matahari terbenam. Senja terakhir sebelum akhirnya meninggalkan kota takalar yang hangat. 




Mangngarabombang, 2013
Read More

Still at Sulawesi

November 6, 2013

"They are friendly and love to laugh" ujar Peter, salah seorang warga negara perancis yang saya kenal karena terlibat project dengannya di tanah sulawesi membuyarkan lamunan saya ketika melihat anak-anak SD bermain dan berlarian di halaman sekolah. 

"They also love to taking a pictures, peter" jawab saya sembari tersenyum padanya ketika penduduk setempat berebut mengambil gambar bersamanya. 



Read More