Not All Friendships Are Forever And That's Okay

March 25, 2021

Ketika sahabat saya menikah sabtu lalu, saya berkirim pesan padanya bahwa mungkin saya akan membatasi cerita-cerita saya, karena ia memiliki keluarga yang harus menjadi prioritas utamanya. Tapi bukan berarti saya menjauh, ia akan selalu jadi sahabat baik saya.

Saya cenderung pemilih dalam hal pertemanan, menjaga sebaik-baiknya yang menurut saya layak untuk dijaga, dan mengakhiri saat itu juga apa yang menurut saya tak bisa saya lanjutkan. Kita tidak bisa selalu menyenangkan orang lain dan tidak apa-apa membiarkan orang lain untuk pergi. Kita tidak sempurna, kita bisa berbuat salah, kita bisa menyakiti orang lain, kita berubah, dan bahkan sedekat apapun kita bisa menjadi asing satu sama lain.

Orang-orang yang mengenal saya, tau betul saya hanya memiliki sedikit teman dan lebih sering memilih berjalan seorang diri bahkan dalam keramaian.

Siang kemarin, seorang teman memberi kabar paket yang saya kirim sudah sampai, teman yang satunya juga, kakak-kakak baik hati yang menemani saya bertumbuh di usia awal 20-an saya, di gunung, di laut, di perjalanan-perjalanan yang kami lalui bersama.

Memang tidak semua pertemanan berlangsung selamanya, dan tidak apa-apa. Tapi saya berharap, saya bisa berbuat sebaik mungkin pada orang-orang yang berarti di hidup saya.

Kakak-kakak baik hati terakhir ketemu desember 2019.
Sebelum covid-19. Satu bulan setelah saya sadar, betapa bodoh saya beberapa bulan sebelumnya

Aamiin. Sholawatin lagi. Allahumma sholli 'ala sayyidina muhammad.

Ketawa sampe nangis nya kayak saya gini :))

Kak nay-kuu..

And I miss them a lot.
Bogor, 25 Maret 2021

Post a Comment