Anything that goes wrong is not your fault

July 28, 2020

Seringkali saya mendapati diri saya menyalahkan diri sendiri atas situasi yang tidak bisa saya kendalikan dan saya merasa memiliki tanggung jawab atas apa yang terjadi. Saya melupakan fakta bahwa hidup adalah serangkaian trials and errors yang kadang tak kita pahami mengapa hal tersebut bisa terjadi.

Mantri, salah satu karyawan di tempat saya bekerja, memiliki gangguan pendengaran yang menyebabkan karyawan lain kadang kesal ketika memintanya mengerjakan sesuatu. Gangguan pendengaran yang ia miliki tidak menjadikannya mengutuk trials and errors yang terjadi dalam hidupnya. Ia akan selalu datang lebih pagi dibanding dengan karyawan lainnya. Salah berkali-kali, dibentak berkali-kali, kekurangan dan kelemahannya ia jadikan sebagai bagian dari dirinya.


We all make mistakes. not just you.

Menyalahkan diri sendiri termasuk core belief yang saya bawa sejak kecil dan memang sudah seharusnya saya ubah, saya mungkin kehilangan dan melepaskan banyak hal, saya seringkali memendam emosi yang tak bisa saya sampaikan, tetapi hidup harus tetap berjalan.

Di usia awal 20-an, saya berpikir bahwa membuat orang lain bahagia akan menyamakan kebahagiaan dan kebutuhan emosional pribadi saya. Saat itu, saya juga percaya bahwa perasaan ditinggalkan dan tidak diterima adalah indikator bahwa ada sesuatu yang salah dengan saya. Saya banyak menarik diri dari orang lain, yang kemudian saya sadari, hal itu hanya menciptakan lebih banyak keburukan dibandingkan kebaikan bagi saya. Saya mulai memainkan peran sebagai korban. Saya lemah dan oleh karena itu, mereka memperlakukan saya dengan buruk, pikir saya. Pikiran yang tak sehat itu terbawa hingga bertahun-tahun.

Saat ini, saya sedang berjuang untuk sadar penuh, menerima juga memaafkan diri sendiri bahwa apapun bisa terjadi dan siapapun bisa berbuat salah. 

Bogor, Juli 2020.

Post a Comment