Pagi, saya mohon..

Jam setengah lima pagi waktu Indonesia bagian Tengah. Shalawat tarhim menjelang subuh di masjid dekat tempat saya menginap, membangunkan saya dari tidur yang hanya 2 atau 3 jam. Saya selalu menjadi orang pertama yang bangun pagi. Bergegas ke kamar mandi lantas membangunkan partner kerja saya yang baru akan benar-benar beranjak dari tempat tidurnya setelah setengah jam saya membangunkannya.

Kami datang lebih pagi dari biasanya, mengunjungi sekolah dasar di sebuah desa tertinggal di sulawesi selatan. Kaki-kaki kecil melangkah memasuki gerbang sekolah, menyimpan tas kemudian bermain menunggu bel masuk berbunyi, saya menyapa mereka tapi tak digubris, mereka tetap saja asyik bermain.

Bel masuk berbunyi, saya masih memperhatikan langkah kaki kecil mereka. Saya kemudian masuk kedalam kelas setelah mendapat izin dari pihak sekolah, menyapa mereka kembali. Melemparkan senyum, bercerita tentang perjalanan saya yang kedua di tanah sulawesi, sengaja saya bilang khusus untuk bertemu mereka. 

Satu per satu anak-anak melontarkan berbagai pertanyaan, bertanya nama, tempat tinggal saya, menginap dimana, hingga akhirnya partner kerja saya kemudian mengembalikan pada tujuan awal kami datang.

Saya dikenalkan pada beberapa kata dari bahasa daerah yang mereka pakai sehari-hari, menulis aksara lontara, juga menyanyikan lagu daerah. 

Pagi yang hangat di tanah sulawesi dengan anak-anak di desa tertinggal di salah satu kabupaten di sulawesi selatan. Pagi ini juga mengingatkan saya pada adik-adik YAFI di 3 sekolah di jakarta. 

Pagi, saya mohon jangan pergi. Pagi dan keramahan ini. Siang nanti saya akan kembali seorang diri. Merayakan hari lahir bersama sunyi.

Sulawesi selatan, 2013