January 29, 2016

Januari 2016

Akhir januari tiga tahun yang lalu, saya sedang dalam perjalanan menuju kediri. Membawa serta ego dalam diri yang saya kenakan selama nyaris dua minggu menjejak kota-kota besar di Jawa Timur dan Bali.

Tak banyak yang tahu setelah perjalanan tersebut saya mengalami efek berantai yang cukup membuat saya berkali-kali tersungkur. Melakukan perjalanan dari satu tempat ke tempat lainnya hingga akhirnya benar-benar berhenti di akhir tahun 2013. 

Saya tak lagi bicara kecuali hal-hal penting. Sebagai seorang public relation di sebuah komunitas sosial sejak tahun 2011 sayapun kemudian mengundurkan diri di awal tahun 2014, setelah sebelumnya absen selama satu tahun.

Mengingatnya kembali kini lebih terasa melegakan dibanding tahun-tahun sebelumnya. Barangkali ruang dan waktu sudah cukup mengikis ingatan-ingatan buruk. 


Januari tahun ini saya meninggalkan Bandung, setelah hampir 2 tahun menetap di kota yang kabarnya memiliki index of happiness tertinggi di Indonesia. Saya suka menyusuri trotoar-trotoar dengan pohon-pohon teduh di sekitar jalan aceh, menghampiri tempat kos sahabat saya di gerlong atau menyusuri jalan di sekitar tempat kos saya ketika di Bandung. 

Lantas kini, berapa luas ruang dan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mengikis ingatan-ingatan baik? Saya hanya berharap, semoga setiap langkah berbuah kebaikan.

Januari ini, saya pulang. 

Bogor, 17 Januari 2016