November 6, 2015

Perihal Menjadi Ibu


TK Galenia 4 November 2015
Namanya Haikal. Anak salah seorang ustadz yang hari itu membimbing anak-anak taman kanak-kanak untuk praktek manasik haji di Bandung. Saya tak sempat memperhatikan anak ini ketika praktek manasik haji sedang berlangsung. Ketika evaluasi di aula TK tersebut, anak ini menunjuk dirinya sendiri yang dilihatnya di cermin sambil berbicara pada ibunya dan juga menunjuk saya.

Saya memintanya mendekat dan bertanya namanya. Ia langsung menunjuk kamera yang saya pegang dan bertanya, "ada ayah?"

Saya mencari-cari foto ayahnya dan bertanya "ini ayah haikal bukan?"
ia hanya menjawab sembari tersenyum dan berkata "ayah"

Jika ditanya apa yang saya inginkan, saya ingin menjadi ibu. Ibu dari Matari, anak perempuan yang saya impikan bahkan sebelum saya menikah, juga anak laki-laki calon pemimpin, dan mendidiknya bersama dengan partner hidup, partner dalam ketaatan pada Sang Pencipta, partner diskusi, serta ayah dari anak-anak saya nanti.

Menjadi ibu kiranya ialah karir terbaik, meski keinginan melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi selalu ada
, mengejar impian-impian yang tertunda ataupun keinginan-keinginan lainnya sebelum benar-benar menjadi ibu.

Saya tahu, ini tak mudah, masih banyak hal yang harus saya persiapkan. Hal ini bisa dimulai dari memaafkan diri sendiri terlebih dahulu.

Bandung, November 2015